Konfigurasi Mikrotik

Dipostingan ini kita akan mengkonfigurasi mikrotik 

Langkah – langkahnya sebagai berikut :

Login terlebih dahulu

awal Disini saya menggunakan Winbox.

Setelah login masukan ip address

2.-Ip-address

3.-Input-ip

Kemudian pada ip range masukan ip range berapa sampai berapa

18.-DHCP-setup

20.-DHCP-Address-Space

23.-Give-Put

Setelah  DHCP selesai selanjutnya klik menu Wireless untuk menkonfigurasi AP

27.-Security-Profile

28.-Setup-Security

29.-Wireless

31.-Interface-Wireless-2

Setelah selesai cek terlebih dahulu apakah AP tersedia, jika sudah tersedia buat user untuk dapat login kedalam koneksi yang sudah dikonfigurasi tadi

11.-User

12.-Create-User

Masukan nama dan password yang sudah dibuat tadi untuk login

52.-BERES-FIX-FIx

Sekian langkah – langkah untuk menkonfigurasi mikrotik

Enkapsulasi dan Dekapsulasi Data

Bismillah…
Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang proses pengiriman sebuah data yaitu Enkapsulasi dan Dekapsulasi Data. Namun, sebelumnya kita perlu mengetahui bagaimana proses pengiriman suatu data tersebut.
Sebuah data yang dikirim dari suatu perangkat ke perangkat lainnya akan mengalami serangkaian proses sebelum mencapai tujuannya. Proses pengiriman data ini diatur oleh layer-layer yang berada pada OSI layer yang terdiri dari 7 layer, yaitu:

Nah masing-masing layer ini memiliki peran tersendiri dalam pengiriman sebuah data seperti:

  1. Physical Layer
    Layer ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, layer ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
  2. Data Link Layer
    Layer ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada layer ini juga mengatur tentang koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch.
  3. Network Layer
    Layer ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch.
  4. Transport Layer
    Layer ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang paket-paket yang hilang di tengah jalan.
  5. Session Layer
    Layer ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
  6.  Presentation Layer
    Layer ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP).
  7. Application Layer
    Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Semua pengiriman data yang dilakukan melalui layer-layer OSI ini dilakukan secara bertahap, mulai dari Layer Application (layer 7) sampai dengan layer paling bawah yaitu Layer Physical (Layer 1). Setelah proses pengiriman selesai, barulah data tersebut terkirim melalui media transmisi seperti kabel. Ketika data tersebut sampai pada penerima, akan ada lagi proses penerimaan pada sisi penerima, mulai dari Layer Physical (Layer 1) sampai ke Layer Aplication (Layer 7).

Pada tiap-tiap layer atau lapisan, data yang dikirim akan dibungkus oleh protocol atau aturan aturan. Proses inilah yang dikenal dengan istilah Enkapsulasi (pada sisi pengirim) dan Dekapsulasi (pada sisi penerima).

Enkapsulasi

Enkapsulasi adalah suatu proses pemecahan paket data menjadi paket yang lebih kecil dengan penamaan yang berbeda sesuai dengan masing-masing layer. Setelah paket dipecah-pecah menjadi potongan yang lebih kecil, maka akan dilakukan proses pembungkusan paket data tersebut. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada layer yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada layer yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Akses ke internal sistem diatur sedemikian rupa melalui seperangkat interface.

Dengan terjadinya proses enkapsulasi, data menjadi memiliki identitas. Proses enkapsulasi dapat di analogikan seperti proses pengiriman surat, jika sebuah surat dikirim oleh seorang pengirim tanpa adanya identitas yang jelas seperti alamat, amplop dan perangko, maka surat tersebut tidak akan sampai hingga tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko sama dengan enkapsulasi pada data.

Proses enkapsulasi ini sendiri hanya terjadi pada perangkat atau komputer pengirim. Dari sisi pengirim maka aliran data yaitu dari atas ke bawah, yaitu dikirim dari layer Application menuju layer Network, namun sebelum sampai di layer Network, data user dari suatu aplikasi akan dikirimkan ke layer Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol akan menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi. Kemudian dari layer Transport, data yang telah diberi header akan diteruskan ke layer Network. Pada layer ini akan terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat dan tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Selanjutnya data menuju layer Data Link dimana data akan diolah menjadi frame-frame, menambahkan informasi keandalan dan address pada level link. Protokol pada layer ini akan menyiapkan data dalam bentuk yang sesuai untuk dikirimkan melalui media komunikasi tertentu. Layer terakhir yang akan dituju dari sisi pengirim yaitu layer Physical di mana pada layer ini akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik seperti tegangan arus, gelombang radio, maupun cahaya sesuai dengan media yang digunakan.

Proses Enkapsulasi

  • Pertama, informasi dikonversikan menjadi data di layer Application
    Proses dimulai dari layer Application, dimana informasi yang diinputkan oleh user dikonversi menjadi data yang akan ditransmisikan melalui network atau jaringan. Secara teknis pengguna komputer berkomunikasi melalui Application Processes Interfaces atau API, API bertugas menghubungkan aplikasi yang digunakan dengan sistem operasi yang berjalan pada komputer. Perlu diketahui bahwa aplikasi browser seperti Google Chrome, Mozzila Firefox dan Internet Explorer bukanlah bagian dari layer Application tetapi aplikasi browser menggunakan layer Application sebagai interface untuk terkoneksi dengan server tujuannya.
  • Data diformat di layer Presentation
    Setelah informasi dari user dikonversi menjadi data oleh layer Application, berikutnya data diformat pada layer Presentation menjadi bentuk umum agar bisa dipakai. Layer Presentation menjadikan data yang dikirim nanti bisa dibaca dan diproses pada layer Application yang ada pada komputer tujuan atau penerima.
  • Pengelompokkan data oleh layer Session
    Setelah data diformat sedemikian rupa, maka tahap berikutnya adalah data ditandai dan dikelompokkan oleh layer Session agar tidak tercampur dengan data lainnya.
  •  Pemecahan data menjadi segment oleh layer Transport
    Setelah data dikelompokkan, data akan dipecah lagi menjadi bagian-bagian yang disebut segment oleh layer Transport. Tiap segment tersebut nantinya akan diberikan semacam nomor urut, sehingga nanti dapat disusun kembali dengan rapi.
    Pada tahap ini, data diatur sedemikian rupa agar tidak sampai hilang tengah dijalan, dengan menggunakan semacam aturan atau protocol, sehingga data yang hilang bisa dikirimkan kembali. Pada layer ini ada dua protocol yang bekerja dalam mengatur bagaimana segment-segment tersebut diproses, kedua protocol tersebut adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
  • Segment diubah menjadi packet oleh layer Network
    Tiap-tiap Segment yang dibentuk pada layer Transport tadi diubah lagi menjadi packet. Packet ini berisikan segment serta alamat penerima dan pengirim. Alamat yang digunakan tersebut sifatnya logis yang dikenal dengan Internet Protocol address atau IP address. Biasanya IP address ini digunakan jika kita ingin mengirimkan data ke komputer yang berbeda jaringan atau tidak berada dalam jaringan LAN yang sama.
    Metode yang dilakukan adalah routing, yang mana proses routing ini terjadi pada perangkat yang namanya router dengan menggunakan berbagai macam aturan yang dikenal dengan routing protocol.
  • Packet diubah menjadi Frame oleh layer Data Link
    Setelah packet jadi, kemudian packet diubah lagi menjadi frame yang berisikan packet dan alamat fisik atau MAC address pengirim dan penerima oleh layer Data Link. MAC address yang terdapat pada frame ini hanya digunakan untuk komunikasi antara perangkat komputer yang berada pada jaringan LAN yang sama. Alat yang bekerja untuk tugas ini biasanya adalah switch dan bridge.
  • Pengiriman melalui media transmisi kabel atau sinyal wireless
    Agar bisa terkirim melalui media seperti kabel ataupun sinyal wireless, data yang berbentuk frame tadi diubah lagi menjadi bit atau byte. Bit atau byte dikirim melalui media fisik berupa kode atau sinyal elektrik berupa dua buah keadaan yaitu 0 dan 1. 0 Menandakan kondisi tidak ada aliran atau sinyal listrik sedangkan 1 menandakan adanya aliran atau sinyal listrik. Proses perubahan data yang berbentuk frame menjadi bit masih terjadi pada layer Data Link sedangkan tugas layer Physical adalah untuk mengirim dan menerima bit. Proses kirim dan terima bit biasanya terjadi pada NIC atau Network Interface Card dari perangkat komputer dan perangkat jaringan.

Dekapsulasi

Setelah proses pengiriman data pada komputer pengirim selesai, data tersebut masih belum bisa dimanfaatkan. Karena pada komputer penerima juga masih ada proses penerimaan. Proses penerimaan inilah yang disebut dengan Dekapsulasi.

Dekapsulasi adalah proses pembukaan bungkusan paket yang diterima dari pengirim dan merupakan proses penggabungan kembali pecahan-pecahan paket data menjadi paket data yang utuh.

Seperti halnya proses enkapsulasi yang hanya terjadi pada komputer pengirim, proses dekapsulasi ini juga hanya terjadi pada komputer penerima dan merupakan kebalikan dari proses enkapsulasi. Jika pada proses enkapsulasi tadi dimulai dari layer Application (Layer 7) dan berakhir pada layer Physical (Layer 1), maka proses dekapsulasi ini dimulai dari layer Physical (Layer 1) yang menerima sinyal berupa bit dan berakhir pada layer Application (Layer 7) yang merupakan interface dari aplikasi seperti browser yang digunakan oleh user penerima.

Proses dekapsulasi ini hanya terjadi pada sisi komputer tujuan yang menerima data tersebut. Dari sisi penerima, data akan mengalir dari layer Physical menuju layer Application dimana alirannya yaitu dari bawah ke atas. Sinyal yang diterima pada layer Physical akan diubah ke dalam bentuk data, kemudian protokol akan memeriksa integritasnya. Kemudian dari layer physical, data akan diteruskan ke layer Data Link, layer Data Link penerima akan membuka kembali header layer Data Link dari pengirim, kemudian menyerahkan datanya ke layer Network. Data yang diberikan ini sebenarnya berupa header dan data untuk layer Network, oleh karena itu layer Network akan membuka header-nya dan menyerahkan datanya ke layer Transport. Kemudian data yang diterima di layer Transport, kebenaran data akan diperiksa kembali menggunakan informasi header yang dikirimkan oleh pengirim. Jika tidak ada kesalahan, maka paket-paket data yang diterima akan disusun kembali sesuai urutannya pada saat akan dikirim dan diteruskan ke layer Application pada penerima. Pada sisi penerima ini maka tugasnya adalah menerima data dari layer di bawahnya, mengolah data sesuai fungsi protokol, melepas header protokol dan meneruskan ke layer berikutnya.

Proses Dekapsulasi

  • Proses pada layer Physical komputer penerima
    Melalui NIC, komputer penerima menerima sebuah data dalam bentuk bit atau byte. Network card yang termasuk bagian dari layer Physical kemudian memprosesnya.
  • Bit lalu diubah menjadi frame pada layer Data Link
    Data dalam bentuk bit atau byte tersebut diubah menjadi frame oleh layer Data Link. Frame tersebut segera dicek apakah alamat fisik atau MAC address tujuan yang tertera di dalam frame tersebut sudah sesuai dengan alamat MAC address dari komputer tersebut.
    Jika alamat tujuan pada frame tidak sesuai dengan MAC address dari si penerima maka si penerima bisa membuang frame tersebut tanpa harus meneruskan ke proses berikutnya. Dan sebaliknya, jika MAC address sesuai atau memang ditujukan kepada si penerima maka proses selanjutnya adalah melepas bagian-bagian dari frame dan tinggal menyisakan packet.
  • Pelepasan packet menjadi segment oleh layer Network
    Alamat yang tertera pada packet tersebut akan dicek oleh sistem yang mengurusi layer Network apakah sudah sesuai atau belum. Jika sudah sesuai, maka akan dilanjutkan ke proses berikutnya yaitu melepaskan bagian-bagian yang berhubungan dengan layer Network, sehingga hanya menyisakan segment atau yang terkait dengan layer Transport saja.
  • Penyatuan kembali segment menjadi data oleh layer Transport
    Pada layer Transport, segment akan dicek protokol-protokol apa saja yang dipakai. Setelah itu segment diproses sesuai dengan protocol yang dipakai. Segment-segment yang diterima lalu disatukan kembali sesuai dengan urutannya sehingga menjadi sebuah informasi data yang utuh seperti pada awal proses enkapsulasi.
  • Layer Session mengatur sesi selama proses transfer
    Layer Session kemudian bertugas mengatur sesi selama proses transfer terjadi sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan kesalahan.
  • Layer Presentation mengecek data hasil transfer
    Data yang ada kemudian dicek formatnya oleh bagian yang terkait dengan layer Presentation pada OSI layer. Tujuannya adalah agar layer Application dari komputer penerima dapat memahami isi dari data tersebut.
  • Layer Application menyediakan data kepada aplikasi yang tepat
    Setelah itu proses yang terakhir adalah layer Application lalu menyediakan data tersebut kepada aplikasi yang pas dan tepat untuk memproses data tersebut agar bisa sampai atau diterima oleh user.